Malioboro

Malioboro adalah sebuah nama jalan utama kota Yogyakarta dan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perbelanjaan. Lokasi kawasan Malioboro menghubungkan antara Kraton Jogja, Tugu Putih dan Gunung Merapi. Malioboro menjadi pusat aktifitas ekonomi masyarakat lokal mulai jaman kekuasaan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Beliau mengembangkan sarana perdagangan melalui pasar rakyat tahun 1758. Setelah 254 tahun lamanya. Kawasan Malioboro semakin berkembang, menjadi pusat perdagangan dan menjadi salah satu ikon tujuan wisata alam dan wisata belanja di Yogyakarta.

Berjalan jalan menikmati suasana sekitar atau berbelanja, berburu cindera mata khas Jogja, menyusuri sepanjang trotoar pinggir jalan. Banyak pedagang kaki lima menggelar dagangan cindera mata khas Jogja, mulai dari batik, kerajinan rotan, wayang kulit, kerajinan bambu, blangkon, hingga kerajinan yang berbahab dasar dari logam.

Di sepanjang kawasan jalan Malioboro sudah sangat nyaman untuk berjalan-jalan dan bersantai. Wisatawan dapat menikmati keindahan sekitar malioboro dengan trotoar yang lebih luas dan bersih. Masih berdiri kokoh beberapa gedung tua peninggalan jaman Belanda yang terawat dan berburu cindera mata khas Jogja. Belanja aneka cindera mata yang dijajakan dengan cara menawar, sebuah kegiatan unik saat belanja souvenir dari pedagang kaki lima. Jika beruntung, maka akan mendapatkan harga sepertiga atau bahkan setengah harga dari penawaran awal.