Candi Ceto

Banyak terdapat peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia, jika mengunjungi satu - persatu situs peninggalan agama Hindu tidak cukup dalam waktu singkat. Hal ini membutuhkan waktu cukup lama untuk menggali informasinya. Wilayah pulau Jawa merupakan bagian dari kebudayaan Hindu dari abad ke 7 hingga abad ke 12 Masehi, salah satu penginggalan tersebut adalah candi Ceto.

Ceto dikenal sebagai candi Griya Asri yang berada di desa Ceto, kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Solo. Candi Ceto dibuat dari batu andesit yang diambil dari pegununan Lawu. Berbentuk seperti rumah dan berundak undak, dan terdiri dari delapan tingkat. Enam tingkat berbentuk panggung, empat tingkat berbentuk bujur sangkar dan dua tingkat berbentuk persegi panjang.

Terdapat beberapa jenis patung kura kura di depan gapura candi Ceto. Salah satu bagian yang unik dan menarik adalah terdapat semacam bentuk lukisan di lantai di salah satu halaman. Berbentuk kura kura sedang berenang dengan bentuk lingkaran pada bagian punggung dan segitiga pada bagian kepala.

Candi Ceto berada di daerah lebih tinggi dari candi Sukuh, dengan demikian maka akan membuat perjalanan ke candi Ceto lebih sakral dan berhawa sejuk. Suasana tenang dan damai dapat dirasakan di sekitar candi Ceto sesuai dengan namanya yang berarti tenang atau damai.